Minggu, 18 November 2012

Seabad Muhammadiyah, Muslim Tetap Terpinggirkan dalam Bidang Ekonomi

Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, telah mencapai usianya yang ke- 100 tahun ini. Peringatan hari jadinya yang telah mencapai seabad itu pun akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK) secara meriah dan besar-besaran pada hari ini, Minggu,18 November 2012. 

Organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial dan ekonomi ini adalah salah satu aset utama muslimin Indonesia, khususnya dan rakyat Indonesia umumnya. Telah banyak tokoh lahir dari organisasi ini, termasuk tokoh reformasi dan penggagas Partai Amanat Nasional (PAN), Bapak Amien Rais.  KIta berharap tradisi ketokohan ini akan berlanjut pada generasi selanjutnya bercermin dari prestasi pendahulunya dan sang pendiri, K.H. Ahmad Dahlan.

"'Sang Surya Tiada Henti Menyinari Negeri' adalah tema yang diangkat dalam milad Muhammadiyah yang akan jatuh pada tanggal 18 November mendatang," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2012). http://news.detik.com/read/2012/11/15/195532/2092473/10/muhammadiyah-akan-rayakan-besar-besaran-milad-ke-100-di-gbk-18-november?nd771108bcj


Meski telah banyak upaya yang dilakukan termasuk dalam bidang ekonomi, namun tampaknya ekonomi muslimin belum menjadi motor penggerak utama ekonomi Indonesia. Perusahaan-perusahaan besar dan konglomerasi masih didominasi oleh warga negara keturunan Cina.  Di Indonesia, kalau ada perusahaan yang besar dipimpin orang Indonesia pasti itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  Kaum muslimin yang merupakan mayoritas pribumi masih sebatas konsumen dalam dinamika ekonomi Indonesia.

Memang tidak salah kalau warga negara keturunan Cina pun mempunyai andil yang sama dalam membangun ekonomi Indonesia.  Mereka harus diperlakukan setara sebagai sesama warganegara. Kontirbusi mereka sangat besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Namun, permasalahan muncul apabila hanya segelintir orang yang menguasai kekayaan dan monopoli usaha.  Cita-cita kemanusiaan yang universal adalah mendistrubisikan kekayaan yang sama sesuai dengan hak dan kewajibannya kepada semua manusia, dalam hal ini, umat muslim yang terbesar di Indonesia.

Karenanya perlu bantuan pemerintah, yang mungkin, pejabatnya juga oleh orang-orang muslim untuk mendorong ekonomi muslim menjadi lebih berdaya.  Tidak harus menghambat pertumbuhan usaha orang-orang dari warga negara keturunan Cina, tetapi dengan memberikan peluang yang sama dan bantuan keuangan untuk modal mengembangkan usaha melalui pinjaman uang yang terjangkau (bukan bunga bank yang rendah) dan bantuan teknik produksi.

Majunya ekonomi muslim adalah majunya Indonesia termasuk juga majunya bisnis dan usaha dari elemen-elemen anak bangsa yang lain yang juga berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.  Selamat Milad ke - 100 Muhammadiyah, pekerjaan besar menunggu.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar